A comparative study: an analysis of the role of local radio in conveying spiritual and cultural values

Abstract

Despite the continued relevance of radio in Indonesia, existing studies tend to examine religious broadcasting, cultural preservation, or audience engagement separately, leaving limited understanding of how da‘wah and entertainment radio comparatively respond to audience needs for spiritual meaning and cultural identity. Addressing this gap, this study analyses and compares the roles of da‘wah-oriented and entertainment-oriented radio in conveying cultural and spiritual values in the Malay Riau context, focusing on Pekanbaru and Bangkinang. Grounded in Uses and Gratifications Theory, the study views audiences and broadcasters as active agents negotiating media use to fulfil spiritual, social, and cultural needs. Employing a qualitative phenomenological design, data were collected through interviews, participant observation, and documentation at four local radio stations, involving eight purposively selected informants, and analysed using NVivo 12. The findings show that da‘wah radio primarily fulfils cognitive and spiritual gratifications through Islamic programmes, while entertainment radio addresses social and affective gratifications by reinforcing Malay cultural identity. Both operate complementarily in sustaining spiritual awareness and cultural continuity.

Keywords
  • Da‘wah radio communication
  • Malay cultural broadcasting
  • Spiritual values
  • Uses and gratifications theory
References
  1. Aldo, A. (2024). Konvergensi media Radio Republik Indonesia (RRI) dalam mempertahankan eksistensi siaran program keagamaan: Studi deskriptif pada program Mutiara Pagi RRI Bandung (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).
  2. Annisa, N., & Afandi, A. (2022). Peran Radio Safasindo FM dalam melestarikan kearifan lokal di Kota Payakumbuh. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 5(2), 112–125. https://doi.org/10.56127/jukim.v2i01.467
  3. Antwi-Boateng, O., Musa, M. D., & Andani, M. A. I. (2023). Audience listenership of FM radio: A case study of rural development in Northern Ghana. Cogent Arts & Humanities, 10(1), 2184750. https://doi.org/10.1080/23311983.2023.2184750
  4. Arwan, A., Syarifah, S., & Darmawati, D. (2024). Analisis penggunaan media Radio Republik Indonesia sebagai siaran pendidikan di Pekanbaru dan Kuantan Singingi. Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(2), 286–295.
  5. Budiarti, L. (2021). Asyiknya jadi penyiar radio. Guepedia.
  6. Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
  7. Darmawati, D., & Triana, U. A. (2021). Manajemen produksi program Afternoon Show dalam menggunakan siaran streaming di Radio Aditya FM Pekanbaru. Communiverse: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 31–39.
  8. Dedi Rasyid, N. A. (2024). Jumlah pendengar sampai 46,4%, Radio Republik Indonesia terpopuler di Indonesia. Laraspost. https://www.laraspost.com/regional/98713565706/jumlah-pendengar-sampai-464-radio-republik-indonesia-terpopuler-di-indonesia
  9. Dirdjo, B., & Sumaryoto, S. (2024). Peranan Bens Radio dalam mendukung kebudayaan dan pelestarian kearifan lokal masyarakat Betawi di Jakarta. Herodotus: Jurnal Pendidikan IPS, 7(1), 35–48. https://doi.org/10.30998/herodotus.v7i1.20099
  10. Efendi, E., Batubara, R. A., & Hamzah, A. A. (2023). Sejarah perkembangan dan peranan radio dalam dakwah Islam. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 3(2), 832–842.
  11. Efendi, E., Fatimah, A., & Sipahutar, I. M. (2023). Peran siaran radio, televisi, dan multimedia (internet) dalam pengembangan dakwah. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 3(2), 780–793.
  12. Fajrie, M. (2015). Analisis uses and gratification dalam menentukan strategi dakwah. Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman, 4(1), 19–34.
  13. Harliawan, A., Hadawiah, H., & Idris, M. (2024). Strategi komunikasi budaya Radio Suara Bone Beradat dalam membentuk karakter generasi di Kabupaten Bone. Respon: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ilmu Komunikasi, 5(1), 1–15.
  14. Hilmi, A., Alfandi, D., & Prisdayanti, R. (2022). Peran radio dalam komunikasi sosial di era digital. Jurnal Komunikasi Publik, 8(1), 45–58. https://doi.org/10.54471/dakwatuna.v8i2.1623
  15. Hotmatua, H., Fathurrahman, F., Pratama, H. M., Ghalib, A., Mazlan, I., & Ainina, N. (2024). Strategi RRI dalam menjaga, mengikat, dan memperhatikan pendengar. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1), 7350–7357.
  16. Katz, E. (1959). Mass communications research and the study of popular culture: An editorial note on a possible future for this journal. Studies in Public Communication, 2, 1–6.
  17. Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1973). Uses and gratifications research. Public Opinion Quarterly, 37(4), 509–523. https://doi.org/10.1086/268109
  18. McQuail, D. (2010). McQuail’s mass communication theory (6th ed.). Sage Publications.
  19. Mediacenter. (2025). Sambut Bulan Suci Ramadhan 1446 H/2025 M, MUI Kabupaten Kampar gandeng LPPL Radio Swara Kampar siarkan program keagamaan.
  20. MSDM, I. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.
  21. Muchtar, K. (2022). Analisis penyusunan pesan persuasif dalam program tausiyah MQ FM Bandung. Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah), 21(2).
  22. Noor, R. Z. Z. (2024). Buku ajar pemasaran digital. Deepublish.
  23. NST, A. D. N., & Efendi, E. (2023). Format siaran dakwah Radio Arrisalah 95.7 FM dalam memotivasi membaca Al-Qur’an di kalangan ibu-ibu di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal, 5(6), 3203–3220.
  24. Nurul, H., Roslina, A., & Hasanah, U. (2021). Komunikasi dakwah Radio Muslim FM dalam meningkatkan spiritualitas masyarakat. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 8(2), 101–112.
  25. Pamungkas, A., & Halwati, U. (2023). Tantangan dakwah melalui media sosial di era media baru. Arkana: Jurnal Komunikasi dan Media, 2(1), 146–158.
  26. Piliang, Y. A. (2019). Sebuah dunia yang dilipat: Realitas kebudayaan menjelang milenium ketiga dan matinya posmodernisme. Jalasutra.
  27. Prasetya, A. E., Lutfiah, R. M., Nugroho, S., Zulfa, N. I., Idamatussilmi, V., Ismail, A. F., … Saputri, B. A. (2025). Penyiaran publik di era digital: Etika, praktik, dan profesionalisme. Penerbit Lutfi Gilang.
  28. Rahmania, R., Yahya, M. W., & Siddiq, A. A. (2025). Strategi dakwah Islam melalui program keagamaan di Radio K-Lite 107.1 FM Bandung. In Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication (Vol. 5, No. 2, pp. 309–316).
  29. Rahmat, A. (2020). Strategi komunikasi dakwah Radio Rodja dalam membangun karakter masyarakat Muslim. Jurnal Komunikasi Islam, 11(1), 45–56.
  30. Rahmi, W., & Darmawati, D. (2021). Strategi penyiar Radio Suara Safasindo 98.2 FM Payakumbuh dalam mempertahankan kualitas dan eksistensi siaran. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 3(4), 186-195.
  31. Rohani, R., Abdulhak, I., Djohar, A. A., & Zatrahadi, M. F. (2021). Sistem sosial budaya masyarakat Indonesia dalam kurikulum pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tingkat menengah pertama. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 9(1), 120–128.
  32. Rohman, D. A. (2019). Komunikasi dakwah melalui media sosial. Tatar Pasundan, 13(2), 299–535.
  33. Saldaña, J., & Mallette, L. A. (2017). Environmental coding: A new method using the SPELIT environmental analysis matrix. Qualitative Inquiry, 23(2), 161–167.
  34. Salmawati, S., Hasibuddin, H., & Pilo, N. (2023). Kemampuan guru menerapkan penguatan pendidikan karakter (PPK) berbasis kelas di UPT SPF SDN Melayu Muhammadiyah Kota Makassar. Journal of Gurutta Education, 2(2), 1–17.
  35. Sanusi, B. O., & Ojewumi, O. O. (2024). Assessing radio as a medium of cultural promotion among teenagers. African Journal of Social and Behavioural Sciences, 14(2).
  36. Tamanggong, A. F., Hasibuddin, H., & Setiawati, H. (2022). Peran siaran Radio Gamasi FM dalam pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Kota Makassar. Journal of Gurutta Education, 2(1), 17–25. https://doi.org/10.33096/jge.v2i2.1282
  37. Yanti, F. (2017). Membangun radio komunitas sebagai media dakwah. Bina’ Al-Ummah, 7(2).