Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian activity daily living pada anak disabilitas intelektual di sekolah luar biasa negeri

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kemandirian Activity of Daily Living (ADL) pada anak disabilitas intelektual di SLB Negeri Pematangsiantar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian melibatkan 43 orang tua dari anak disabilitas intelektual usia sekolah (7–15 tahun) dengan kategori disabilitas intelektual ringan hingga sedang. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner berbasis empat dimensi dukungan Friedman (emosional, informasional, instrumental, dan penilaian), sedangkan kemandirian ADL diukur menggunakan instrumen kemandirian bina diri yang mencakup self-care, mobility, dan hand activities. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara dukungan keluarga dan kemandirian ADL (r = 0,683; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa sekitar 46,6% variasi kemandirian ADL dapat dijelaskan oleh dukungan keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran praktis yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan kemandirian anak disabilitas intelektual dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

References
  1. Alhq, L. A., Hapidin, H., & Karnadi, K. (2020). Kemandirian anak usia 5–6 tahun di lembaga PAUD pada budaya Suku Dayak Kanayant. Indonesian Journal of Educational Counseling, 4(1), 13–20.
  2. Alnahdi, G. H., & Schwab, S. (2024). Families of children with intellectual and developmental disabilities: Variables associated with family quality of life. Children, 11(6), Article 734.
  3. Ardiyanto, S. (2014). Meningkatkan kemampuan bina diri melalui analisis tugas pada anak tunagrahita sedang kelas 1 di SLB Limas Padang. E-JUPEKhu, 3(2).
  4. Baco, N. H., & Rantiasa, I. M. (2023). Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan activities of daily living (ADL) di Kelurahan Bailang Lingkungan V Kecamatan Bunaken Kota Manado. Jurnal Medika Nusantara, 1(1), 90–97.
  5. Faisah, S. N., Siregar, M. A., Firanda, F., Nandita, I., Mujahadah, M., Auliyah, A., & Samsuddin, A. F. (2023). Kesulitan anak berkebutuhan khusus tunagrahita dalam belajar mengenal angka di SLB Bhakti Pertiwi Samarinda. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Mulawarman (Vol. 3, pp. 34–41).
  6. Fatmah, I. F., & Satiningsih, S. (2024). Kemandirian anak autisme. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 11(3), 1475–1488.
  7. Indahwati, S., Haeriyah, S., & Ratnasari, F. (2022). Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari anak tunagrahita di Sekolah Khusus YKDW 01 Karawaci Tangerang. Nusantara Hasana Journal, 1(9), 59–64.
  8. Kanthasamy, S., Miskon, N., Barlas, J., & Marsh, N. V. (2024). Family caregiver adaptation during the transition to adulthood of individuals with intellectual disabilities: A scoping review. Healthcare, 12(1), Article 116. https://doi.org/10.3390/healthcare12010116
  9. Karyana, A., & Widati, S. (2013). Pendidikan anak berkebutuhan khusus tunadaksa. PT Luxima Metro Media.
  10. Maidartati, M. A. (2019). Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian perawatan diri anak retardasi mental ringan–sedang di SLB Cicalengka. Jurnal Keperawatan Galuh, 1(2), 86–95.
  11. Mestre, T. D., Lopes, M. J., Costa, A. P., & Caldeira, E. V. (2025). Family self-care pattern in families with children with intellectual disabilities: A pilot study. Healthcare, 13(7), Article 791. https://doi.org/10.3390/healthcare13070791
  12. Mullah, A., Siregar, A. N., Sriwinengsih, C., & Wijaya, S. (2025). Efektivitas metode pembelajaran pada anak tunagrahita di SKHAL-Khairiyah. Jurnal Inovasi Pembelajaran Progresif, 7(2).
  13. Norjannah, W., Suriansyah, A., & Harsono, A. M. B. (2026). Implementasi program bina diri dalam melatih kemandirian siswa di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(4), 497–507.
  14. Rahayu, Y. D. P., & Ahyani, L. N. (2017). Kecerdasan emosi dan dukungan keluarga dengan penerimaan diri orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK). Jurnal Psikologi Perseptual, 2(1), 29–47.
  15. Santos, S., Costa, A. P., Caldeira, E., & Lopes, M. J. (2024). Impact of family-centered care in families with children with intellectual disability: A systematic review. Heliyon, 10, e28241. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e28241
  16. Sari, M., Putri, A. A., & Fawziyah, S. (2023). Hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian activity of daily living pada anak tunagrahita di SLB Athallah Sungai Rumbai. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 3(10), 3110–3116.
  17. Tiana, D. N., Utami, R. T., & Novtasari, R. (2023). Pembelajaran keterampilan gantungan kunci makrame pada anak tunagrahita ringan kelas X di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(11), 8572–8578.
  18. Venty, F., & Wibowo, H. (2016). Kampanye sosial peduli anak penyandang cerebral palsy. SHARE: Social Work Journal, 5(2).
  19. Widiastuti, N. L. G. K., & Winaya, I. M. A. (2019). Prinsip khusus dan jenis layanan pendidikan bagi anak tunagrahita. Jurnal Santiaji Pendidikan, 9(2).